Bagaimana industri makanan dan minuman dikacaukan oleh teknologi pangan

restaurant-interior-menu-board-ordering-counter

Pengalaman yang ditawarkan oleh restoran-restoran berjalan secara konsisten selama lebih dari beberapa tahun. Hampir keseluruhan konsepnya sama: restoran memiliki area dapur di belakangan dengan area makan di depan. Untuk alternatif yang lebih memudahkan, restoran cepat saji seringkali menyediakan layanan bawa-pulang makanan dan pesan-antar. Namun, dengan alternatif yang seperti itu, sering ditemukan penurunan kualitas.

Baru-baru ini, makna dalam membeli dan mengkonsumsi makanan telah bergeser secara signifikan. Terdapat temuan bahwa baru-baru ini, ekspektasi kita terhadap merek makanan dan minuman telah berubah secara signifikan. Kita menginginkan pola makan yang lebih bijaksana, tanpa mengorbankan kebutuhan dalam kenyamanan.

Teknologi pangan telah merevitalisasi industri dan mengadakan peningkatan yang baru dalam cara kita makan. Bisnis jasa pengiriman sebagai pihak ketiga dan Cloud Kitchen adalah 2 contoh teknologi pangan yang baru dan menyenangkan yang mengubahkan industri makanan secara dramatis.

Munculnya perusahaan besar yang menyediakan jasa antar makanan

gojek-grabf-food-delivery-riders-collecting-food-at-everplate-cloud-kitchen-kemang-indonesia

GoFood. ShopeeFood. GrabFood. Anda mungkin pernah mendengar sebagian atau seluruhnya sebelumnya. Dalam tahun-tahun terakhir, perusahaan-perusahaan tersebut telah hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, menangkap dan mengendalikan perilaku konsumen yang berubah di Australia.

Baru-baru ini, munculnya pandemi Virus Corona yang memperkuat perkembangan ini. Faktanya, statistik menunjukkan bahwa di Australia sendiri pesan-antar makanan mencapai $2.28 Milyar ($2,288 juta) USD hanya pada tahun 2021.

Perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama dengan penyedia makanan yang berbeda di seluruh negara. Kurir mereka mengambil makanan yang sudah dimasak dari restoran dan mengirimkannya kepada pembeli, berperan sebagai penghubung antara restoran dan pembeli. Aplikasi yang sangat bagus dan mudah untuk digunakan membuatnya mudah untuk diakses dan memberikan kemudahan. Mereka memungkinkan pembeli untuk menikmati makanan dengan kualitas tinggi hanya dengan menekan satu tombol, di manapun mereka berada – baik di tempat kerja maupun di rumah.

Sebagai hasil dari yang diakibatkan oleh pandemi, lebih banyak penyedia makanan yang beralih online. Setiap harinya jumlah restoran bertambah, memberikan pembeli akses kepada apapun yang mereka inginkan. Sebelumnya, tidaklah memungkinkan bagi perusahaan teknologi pangan untuk mengembangkan program ini. Seluruh industri pengantaran makanan sangat mengandalkan penggunaan teknologi smartphone.

Tapi, terdapat beberapa kekurangan dalam tren ini yang membuat beberapa restoran kesulitan untuk beradaptasi. Desain fisik atau dekorasi menjadi masalah yang sama bagi beberapa restoran. Dengan semakin sedikitnya pembeli yang memilih untuk makan di tempat, area duduk menjadi sepi. Jika tidak ada pendapatan dari situ dan sewa masih terus berjalan, bisnis tersebut bisa rugi. Cloud Kitchen adalah inovasi teknologi pangan lainnya yang dapat menyelesaikan masalah ini.

Cloud Kitchen

everplate-cloud-kitchen-pintu-air-facility

Cloud Kitchen bukanlah konsep yang sesungguhnya baru dan sudah ada sebelumnya – meskipun lebih spesifik, namun kurang dimanfaatkan untuk restoran tertentu. Tapi, dalam tahun-tahun belakangan ketenarannya sudah melonjak karena banyak pengusaha makanan mulai melihatnya sebagai solusi untuk meningkatkan pengoperasian mereka dibawah pola hidup normal yang baru. Jadi, apakah alasan sebenarnya restoran-restoran banyak beralih ke Cloud Kitchen?

  1. Meningkatkan keuntungan

Karena penyelenggara seperti Everplate menangani seluruh biaya di muka, biaya pembukaan Cloud Kitchen secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan restoran tradisional. Ditambah lagi, upah tenaga kerja berkurang karena tidak dibutuhkan pekerja yang bertugas di bagian depan. Faktor-faktor ini berujung pada menghasilkan lingkungan kerja yang lebih menguntungkan.

  1. Kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru

Cloud Kitchen tidaklah dibatasi oleh ukuran dari ruangan makan di tempat, artinya restoran dapat melayani lebih banyak pembeli di waktu yang sudah diberikan. Batasannya hanyalah terdapat pada kapasitas dapur yang berapa banyak pesanan yang Anda dapatkan.

  1. Fleksibilitas

Tidak seperti pada restoran fisik, berpindah ke Cloud Kitchen hanya memakan waktu beberapa minggu. Digabungkan dengan keuntungan menyewa ruangan dari penyelenggara yang berdedikasi, artinya operator restoran dapat menaikkan dan menurunkan skala dengan mudah tanpa repot. Anda tidak perlu menangani birokrasi atau dokumen, karena penyelenggara yang melakukan ini semua untuk Anda.

  1. Akses ke perangkat dapur baru

Cloud Kitchen dilengkapi dengan peralatan yang canggih dan baru, mendukung Anda dalam memproduksi makanan dengan kualitas tinggi secara efisien. Teknologi pangan seperti ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan yang terbaik dari investasi Anda, memungkinkan Anda untuk bertumbuh lebih lanjut.

Kesimpulan

Teknologi pangan dan inovasi selalu dicetuskan berdasarkan kebutuhan. Dalam kasus ini, mengubah kebiasaan pembeli dan pandemi yang baru saja terjadi telah mengubah cara kita makan. Walaupun untuk hal yang lebih baik, inovasi-inovasi baru berikut telah mengacaukan bisnis makanan dan minuman dan memaksa restoran untuk beradaptasi dengan pola hidup normal yang baru. Kini, semakin banyak bisnis yang beralih ke Cloud Kitchen dan jasa antar makanan untuk tetap berkompetisi.

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut mengenai Cloud Kitchen dan peningkatan terkini dalam teknologi pangan, hubungi Everplate sekarang.


More insights
 & stories

There’s more where that came from.
 Get in the know and check out our addtional insights